Berikut Ciri-ciri Virus Corona dari Hari ke Hari yang Dirasakan Penderita COVID-19

Berikut-Ciri-ciri-Virus-Corona-dari-Hari-ke-Hari-yang-Dirasakan-Penderita-COVID-19

Sejak memasuki tahun 2020, dunia dibuat gempar dengan adanya fenomena wabah baru yang cukup membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian. Wabah yang dimaksud ini tak lain adalah virus corona. Virus yang pertama kali muncul di kota Wuhan, China ini penyebarannya terbilang sangat cepat dan luas, bahkan ke berbagai belahan dunia, tak terkecuali di negara Indonesia. Penyakit virus corona atau COVID-19 (corona virus disease 2019) ini bagi orang awam sering dianggap sebagai penyakit flu, lantaran gejala atau ciri-ciri virus corona yang serupa dengan flu biasa.

Virus corona merupakan keluarga virus yang menaungi keluarga virus yang menaungi SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab penyakit COVID-19 saat ini, juga pada penyakit SARS-Cov di tahun 2002 lau, dan MERS-CoV yang terjadi pada tahun 2012 lalu. Penamaan corona sendiri berasal dari bahasa Latin yang memiliki arti ‘mahkota’. Lantaran jika dilihat menggunakan alat pembesar tertentu, bentuknya memang menyerupai mahkota.

Ciri virus corona seperti yang dikatakan sebelumnya menyerupai gejala pada penyakit flu, antara lain:
  • Demam tinggi dengan lebih dari 38 derajat Celcius.
  • Tubuh terasa lelah.
  • Batuk kering.
  • Sesak napas.
  • Sakit tenggorokan.
  • Sakit kepala.

Virus corona memiliki masa inkubasi sekitar 14 hari. Dalam kurun waktu 14 hari tersebut penderita bisa saja belum menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi karena belum menunjukan beberapa gejala. Kondisi ini terbilang lebih mengkhawatirkan, karena mereka yang sudah terinfeksi ini akan lebih mudah menularkannya pada orang lain lantaran merasa dalam kondisi sehat. Penularan ke orang lain bisa terjadi ketika penderita mengeluarkan percikan atau tetesan ketika sedang batuk, bersin, ataupun berbicara.

Virus corona pertama kali berkembang pada hewan, sebelum akhirnya menyerang pada manusia. Setelah menginfeksi manusia, cara penyebaran coronavirus bisa terjadi melalui droplet pernapasan. Penderita yang mengeluarkan percikan air atau tetesan air ketika batuk, bersin, atau berbicara bisa menularkan virus ini secara langsung pada orang lain, atau bisa juga secara tidak langsung pada benda-benda yang akhirnya disentuh oleh orang lain secara tidak sadar.

Virus corona ini nantinya bisa menginfeksi tubuh manusia ketika tangan yang sudah terkontaminasi oleh virus digunakan untuk menyentuh area wajah, seperti hidung, mulut, dan mata. Melihat kenyataan ini, tentunya mereka yang melakukan kontak fisik atau berdekatan dengan penderita akan jauh lebih beresiko terkena penyakit COVID-19. Namun, selain itu masih ada faktor lain yang membuat seseorang lebih beresiko mengalami penyakit ini, antara lain pada lansia, laki-laki berusia sekitar 45 tahun, seseorang dengan penyakit bawaan, dll.

Hingga saat ini para ahli kesehatan sedang berusaha menemukan vaksin dan cara efektif penanganan untuk virus corona. Sehingga ada baiknya Anda melakukan upaya pencegahan sedini mungkin agar tidak ikut terpapar virus yang juga bisa merenggut keselamatan jiwa ini. Menggunakan masker saat beraktivitas dengan banyak orang merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan. Selain itu, melakukan social distancing, menjaga kebersihan dengan sering sering-sering mencuci tangan dengan air dan sabun juga tidak kalah pentingnya. Anda juga perlu meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terinfeksi virus, seperti mengkonsumsi makanan yang bernutrisi, olahraga, menerapkan gaya hidup sehat, dll.

Dan jika Anda mengalami gejala atau ciri-ciri virus corona, sebaiknya segera lakukan tindakan pengobatan agar tidak semakin parah. Untuk gejala ringan, Anda bisa melakukan pengobatan sesuai dengan gejala yang dialami serta melakukan isolasi mandiri untuk mencegah dari kemungkinan menularkan pada orang lain. Sedangkan jika gejala yang diderita cukup berat, segera periksakan diri ke dokter dan melakukan perawatan di rumah sakit.

Posting Komentar

0 Komentar